Panduan Belajar Investasi Saham Pemula, Dari A Sampai Z

Panduan Belajar Investasi Saham Pemula, Dari A Sampai Z

Bagi Anda yang baru dan ingin belajar , Anda perlu membaca belajar saham pemula ini. Dengan mempelajari saham dari awal, Anda dapat meminimalkan risiko berinvestasi saham dan mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Ingat, saham adalah investasi berisiko tinggi, jadi sangat penting untuk mempelajari saham, terutama jika Anda baru. Sebelum memasuki panduan belajar saham pemula, perlu diingat kembali apa itu saham dan keuntungan apa yang bisa didapat dari berinvestasi saham.

Apa itu saham?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), saham adalah bukti pemilikan suatu saham dari modal perseroan terbatas yang memberikan hak atas dividen dan lain-lain sesuai dengan besarnya modal disetor. Dari pengertian tersebut, dengan memiliki saham perusahaan Anda berhak atas keuntungan perusahaan dan berhak menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Keuntungan investasi saham

Ada dua keuntungan yang bisa didapatkan dari investasi saham yaitu pertama keuntungan dari pembagian dividen, kedua keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual saham atau capital gain.

Dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada seluruh pemegang saham sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki. Biasanya pembagian saham diberikan setahun sekali.

Sedangkan capital gain adalah keuntungan yang diperoleh dari selisih harga beli dan harga jual. Capital gain berasal dari perubahan harga saham sebagai akibat dari aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder.

Panduan Pemula untuk Riset Saham

1. Pahami risiko berinvestasi saham

Seperti disebutkan di atas, risiko berinvestasi di saham sangat tinggi. Jika tidak hati-hati dan belajar dulu, mungkin tidak menguntungkan tapi mengejutkan.

Itulah mengapa mempelajari saham untuk pemula sangat penting. Lebih baik belajar dari pengalaman orang lain daripada mengalami kerugian sendiri. Pahami esensi dari investasi saham, bahwa investasi saham pada dasarnya adalah investasi pada suatu usaha atau .

2. Ketahui perusahaan tempat Anda ingin membeli

Oleh karena itu, sebelum membeli saham perusahaan tertentu, sebaiknya Anda mengetahui dengan pasti bagaimana bisnis itu berjalan, bagaimana keadaannya secara umum, bagaimana perusahaan itu dikelola, dan bagaimana prospek bisnisnya ke depan. Karena membeli saham berarti Anda membeli kepemilikan perusahaan.

3. Mulai dari yang kecil

Untuk mempelajari saham, terutama bagi Anda yang masih pemula, mulailah dari yang kecil terlebih dahulu. Artinya kecil, bukan harga saham yang rendah, tetapi Anda bisa mulai membeli dari lot kecil, 2,3, atau 5 lot. Setelah Anda merasa pintar, Anda bisa mulai meningkatkan frekuensi dan volume pembelian saham.

4. Dapat memata-matai portofolio dan saham reksa dana

Bingung mau beli saham yang mana? Anda dapat mempelajari saham dari analis saham profesional melalui portofolio reksa dana saham berkinerja baik. Dengan melihat saham-saham yang dimiliki oleh Manajer Investasi (MI) yang mengelola reksa dana, Anda memiliki gambaran saham-saham yang menurut manajer investasi menguntungkan di masa depan.

5. Pilih yang paling aman terlebih dahulu

Berambisi untuk mendapatkan keuntungan besar dari saham second liner atau saham gorengan? Pertama, belajar saham untuk pemula sebaiknya dimulai dengan saham yang berisiko rendah dan berjangka panjang. Meski tidak menghasilkan keuntungan harian, saham berkapitalisasi besar biasanya lebih menguntungkan dalam jangka menengah hingga panjang, 1 hingga 5 tahun.

Anda dapat memilih saham mewah. Saham mewah adalah saham dengan kapitalisasi besar lebih dari Rp. 10 triliun dan memiliki kualitas yang baik karena kinerja bisnis dan manajemen yang baik. Jenis saham ini dianggap paling aman dan menjanjikan stabilitas keuntungan.

Anda juga bisa mulai berinvestasi pada saham yang terdaftar di LQ45. Saham LQ45 adalah 45 saham dengan kinerja dan likuiditas yang baik.