Health  

Obat Sakit Gigi Paling Ampuh, Sudah Terbukti Khasiatnya

Obat Sakit Gigi Paling Ampuh
Obat Sakit Gigi Paling Ampuh

Obat Sakit Gigi Kimia

Selain yang berasal dari , Anda juga bisa menggunakan obat yang bisa dibeli dari apotek terdekat tanpa perlu menebus resep dokter. Namun, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter gigi untuk mengetahui obat mana yang paling cocok untuk Anda.

Berikut obat yang bisa Kita dapatkan di apotek terdekat:

1. Paracetamol

Parasetamol termasuk dalam golongan NSAID (non-steroid anti-inflammatory drugs). Mengutip hasil penelitian dalam jurnal Annals of Maxillofacial Surgery, obat ini juga bisa membantu meredakan sakit gigi, terutama untuk rasa sakit yang terjadi setelah pencabutan gigi.

Parasetamol bekerja dengan cara menghambat produksi prostaglandin di otak sehingga dapat menghentikan rasa sakit. Parasetamol juga dapat menurunkan demam dan meredakan sakit kepala yang sering terjadi akibat sakit gigi.

Obat ini tersedia di Indonesia dalam berbagai merk seperti Panadol, Biogesic, Sumagesic, Bodrex, dan lain sebagainya.

Dosis parasetamol untuk mengobati sakit gigi antara lain.

  • Orang dewasa: 1000 mg tiap 6-8 jam atau 2 tablet 500 mg diminum tiap 4-6 jam.
  • Anak yang berusia 12 atau lebih: 325-650 mg tiap 4-6 jam atau 1000 mg 3-4 kali sehari. Dosis maksimal harian: 4000 mg/hari
  • Anak berusia lebih dari 6 bulan hingga 12 tahun: 10-15 mg/kg/ dosis tiap 4-6 jam saat diperlukan dan jangan melebihi 5 dosis dalam 24 jam. Total dosis maksimal harian: 75 mg/kg/hari tidak melebihi 3750 mg/hari.

Namun apabila Anda punya alergi atau masalah serius pada hati, Anda tidak dianjurkan untuk meminum paracetamol ini. Pastikan Anda membaca cara pakainya terlebih dulu pada label kemasan.

2. Naproxen

Naproxen merupakan pereda nyeri yang juga sering digunakan untuk mengobati sakit gigi. Obat sakit gigi ini tersedia dalam bentuk tablet dengan dosis 220 mg. Contoh naproxen merek obat adalah Xenifar.

Dosis obat sakit gigi naproxen adalah sebagai berikut.

  • Orang dewasa: 550 mg naproxen sodium diminum sekali, diikuti oleh 550 mg naproxen sodium setiap 12 jam, atau 275 mg (naproxen sodium)/250 mg (naproxen) setiap 6-8 jam sesuai kebutuhan.
  • Anak-anak yang lebih dari 2 tahun: 2,5-10 mg/kg/dosis. Dosis harian maksimum adalah 10 mg/kg, diberikan setiap 8 sampai 12 jam.

Namun, Anda harus mewaspadai efek samping obat ini. Beberapa efek samping umum yang sering terjadi saat mengonsumsi obat ini adalah sakit perut, diare ringan, diare, perut kembung, sakit kepala, kulit gatal dan memerah, serta penglihatan kabur.

Jika Anda akan menjalani operasi, termasuk operasi gigi, sebaiknya konsultasikan ke dokter jika akan menggunakan obat ini. Anda juga perlu mengetahui penyakitnya terlebih dahulu jika Anda memiliki riwayat penyakit ginjal dan hati, atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu yang berhubungan dengan penyakit pembuluh darah.

3. Benzocaine

Benzocaine sebenarnya adalah anestesi lokal yang bekerja dengan memblokir sinyal saraf di tubuh Anda. Ada juga benzokain topikal yang berguna untuk mengurangi rasa sakit atau menemukan sehingga kulit atau permukaan bagian dalam mulut menjadi mati rasa.

Efek samping yang mungkin timbul dari benzokain antara lain:

  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Demam tinggi
  • Mual
  • Kulit pucat
  • Urine berwarna gelap
  • Susah bernapas
  • Detak jantung cepat
  • Sakit tenggorokan
  • Luka yang tidak biasa
  • Rasa lelah yang tidak biasa
  • Muntah
  • Kondisi semakin parah, terjadi iritasi, pembengkakan, atau area mulut berubah kemerahan
  • Bibir, kuku, dan telapak tangan berubah warna menjadi kebiruan

Tidak semua orang mengalami efek samping seperti yang disebutkan di atas. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda, sebelum menggunakan obat jenis ini.

4. Ibuprofen

Sama seperti parasetamol, ibuprofen juga tergolong sebagai NSAID yang bisa menjadi cara untuk mengobati sakit gigi dan masalah penyerta lainnya. Namun, hindari mengonsumsi ibuprofen saat sudah kosong karena akan menyakiti perut Anda.

Ibuprofen sebagai obat anti inflamasi non steroid diklaim dapat bekerja dengan baik untuk sakit gigi karena dapat mengurangi masalah peradangan. Ini biasa terjadi ketika ada rasa sakit di gigi Anda.

Ibuprofen adalah obat generik yang tersedia dalam berbagai merek, seperti Brufen, Proris, Arfen, Advil, Motrin, dan masih banyak lagi.

Dosis ibuprofen untuk mengobati sakit gigi adalah sebagai berikut.

  • Orang dewasa dan remaja: Sekitar 200-400 mg setiap 4-6 jam, tergantung dengan kebutuhan dan rasa sakit yang dirasakan. Batas dosis yang paling tinggi adalah 3200 mg/hari (jika mendapatkannya dari resep).
  • Anak di atas 6 bulan: Dosisnya disesuaikan dengan berat badan. Dosis ini biasanya ditentukan oleh dokter, tetapi biasanya 10 mg/kg setiap 6-8 jam sekali atau 40 mg/kg per hari. Pemberian ibuprofen pada anak-anak sebaiknya di bawah pengawasan dokter.

Ibuprofen dapat menyebabkan efek samping ringan hingga berat. Beberapa efek samping obat ini antara lain kembung, muntah, sakit perut, sakit kepala, telinga berdenging, dan gangguan seperti pusing, atau diare.

Sedangkan efek samping yang cukup parah yang perlu diwaspadai adalah nyeri dada, sesak napas, tinja berwarna hitam/berdarah, urin berwarna gelap, serta kulit dan mata menguning. Jika rasa sakitnya hilang, segera hentikan penggunaan obat ini. Oleh karena itu, ibuprofen tidak boleh dikonsumsi dalam jangka panjang.

Pastikan Anda selalu membaca petunjuk penggunaan obat beserta dosis yang dianjurkan. Jika Anda mengalami efek samping, hentikan obat ini segera dan hubungi dokter Anda.