Novel Robohnya Surau Kami: Kritik Sosial dan Religi yang Masih Relevan

Redaksi PetiknetSenin, 27 November 2023 | 15:36 WIB
Novel Robohnya Surau Kami
Novel Robohnya Surau Kami

PETIK.NET - adalah sebuah karya sastra klasik yang ditulis oleh , salah satu penulis terkemuka Indonesia. ini merupakan adaptasi dari cerpen berjudul sama yang pertama kali terbit pada tahun 1955 di majalah Kisah.

Cerpen ini kemudian menjadi salah satu karya paling fenomenal dan banyak dibicarakan orang, bahkan mendapat penghargaan SEA Write Award pada tahun 1992.

Sinopsis Novel Robohnya Surau Kami

Novel bercerita tentang sebuah tua yang hampir roboh di sebuah kampung. itu dulu dijaga oleh seorang kakek yang dikenal sebagai garin (penjaga surau) dan pengasah pisau.

Kakek itu hidup sederhana dan taat beribadah, tetapi tidak peduli dengan urusan dunia. Ia hanya mengandalkan sedekah dan hasil pemungutan ikan mas dari kolam di depan surau.

Setelah kakek itu meninggal, surau itu dibiarkan terbengkalai dan menjadi tempat bermain anak-anak dan dicuri kayunya oleh perempuan-perempuan yang kehabisan kayu bakar. Surau itu semakin hari semakin rusak dan tidak ada yang mau memperbaikinya.

Suatu hari, Tuhan berbicara dengan Haji Saleh, seorang warga kampung yang juga hanya beribadah dan beribadah. Tuhan menegur Haji Saleh dan orang-orang kampung yang malas dan masa bodoh.

Tuhan mengatakan bahwa ia tidak suka dengan orang-orang yang hanya beribadah tanpa beramal. Tuhan menyuruh mereka untuk bekerja keras, mengurus negeri yang kaya raya, dan tidak saling menipu dan memeras.

Tuhan juga menanyakan kenapa mereka biarkan surau mereka roboh, padahal surau itu adalah tempat dan simbol keagamaan mereka. Tuhan mengancam akan menghancurkan surau itu jika mereka tidak segera memperbaikinya.

Orang-orang kampung menjadi ketakutan dan bingung. Mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Mereka tidak punya uang untuk memperbaiki surau itu.

Mereka juga tidak punya kemampuan untuk mengelola sumber daya alam yang melimpah. Mereka hanya bisa berdoa dan berharap Tuhan memberi mereka jalan keluar.

Analisis Novel Robohnya Surau Kami

Novel Robohnya Surau Kami adalah sebuah dan religi yang masih relevan hingga saat ini. Novel ini menggambarkan kondisi masyarakat Indonesia yang terbelakang, miskin, dan tidak berdaya. Novel ini juga menyoroti sikap fanatik, formalis, dan ritualis yang menghambat kemajuan dan kesejahteraan.