Novel Di Balik Topeng Pria Miskin Full Episode Pdf

Link Baca dan Download Novel Di Balik Topeng Pria Miskin Full Episode Pdf Gratis
Link Baca dan Download Novel Di Balik Topeng Pria Miskin Full Episode Pdf Gratis

Ting Tong

Rudi yang masih membawa nampan bekas jus jeruk terpaksa membuka pintu karena mendengar bel rumah Meisya berbunyi.

Rudi mengintip dari balik pintu dan melihat keluarga Meisya berbaris di luar. Rudi segera membuka pintu dan membiarkan mereka masuk.

Meisya sedikit terkejut dengan kedatangan kedua orang tuanya. Pasalnya, setelah diusir dari rumahnya dulu, tidak ada kerabat yang membelanya. Mereka semua tampak senang melihat Meisya pergi.

Ayah Meisya masuk terakhir. Sebelum masuk ia memperhatikan Rudi dengan seksama. “Apakah ini pria yang kakek pilih?” ejek ayah Meisya.

Miskin, jelek, lebih suka menggunakan celemek daripada jas? Hina menyanyikan ibu mertua kali ini.

“Bahkan, sepertinya dia lebih mahir menggunakan pisau buah daripada menggunakan laptop? Tch!” ejek ayah Meisya lagi. “Kamu yang paling sial di keluargaku! Memalukan.”

Mendapat hinaan di setiap kumpul keluarga adalah hal yang lumrah bagi Rudi. Ia tak peduli bagaimana keluarga Meisya memperlakukannya, yang penting kebersamaan Meisya dengannya sangat berharga.

Ting

Email masuk.

andromeda.aoufi@gmail.com

Lagi-lagi email dari Andromeda, -akrab disapa Andro, tak dihiraukan oleh Rudi. Akhir-akhir ini Andromeda mengirim pesan ke alamat emailnya, namun Rudi tidak pernah membalasnya.

Andromeda sendiri adalah sekretaris Rudi selama menjadi CEO dan belum menjalani ujian hidup. Rudi sudah nyaman hidup sebagai pengantar paket jauh dari perselisihan bisnis, menjadi orang kecil yang meringankan pikirannya menurut Rudi.

“Rudi! Buatkan minuman untuk kita berlima! Kita akan bicara tentang harta keluarga kita yang sangat penting!” kata ibu mertua Rudi.

“Siap, Bunda,” jawab Rudi sambil tersenyum dan menuju ke dapur.

Rudi membuatkan minuman untuk mereka berlima. Jus jeruk, seperti kesukaan Meisya.

Di sela-sela membuat minuman, ponsel Rudi berdering berkali-kali.

Ting

Ting

Ting

Email masuk berturut-turut dari alamat yang sama. Rudi memutuskan untuk membuka email teratas.

Pak Rudi, saya mohon. Perusahaan sedang membutuhkan pemimpin, banyak keputusan yang harus diambil, tetapi Tuan Jaya dalam keadaan koma.

Saldo rekening bapak sudah saya cairkan semua pak, mohon dikembalikan. Semua saham juga menjadi milik Anda lagi, Anda akan mendapatkan dividen lagi setiap kali RUPS selesai seperti biasanya.

Rudi mengangkat alisnya, saya sama sekali tidak tertarik dengan isi email dari Andro.

“Rudi! Minum dimana?”

Jeritan dari ruang tamu terdengar, Rudi segera meletakkan gelas di atas nampan.

“Silahkan.” Rudi menyimpan gelas di depan masing-masing.

Tidak ada ucapan terima kasih dari orang tua Meisya. Hingga sang wanita menatap suaminya, dalam hatinya sering bertanya-tanya, apakah suami ini pernah merasa minder di hatinya? Mengapa setiap Rudi diperlakukan seperti k************n, suaminya tidak pernah kesal atau membalas.

“Oke, mari kita lanjutkan diskusi.”

Rudi hanya mendengarkan pembicaraan mereka dari kejauhan. Ayah mertuanya yang memimpin pembicaraan kali ini.

“Ayah dan ibu memiliki sekitar 18 miliar rupiah. Ayah memiliki kekayaan sekitar 10 miliar rupiah dan ibu memiliki sekitar 8 miliar rupiah. Berapa yang kamu miliki, Meisya? Keluarkan semua tabungan dan asetmu, mari kita hitung!” tanya sang ayah.

“Nenek minta hasil perhitungan harta segera dikumpulkan hari ini. Jangan sampai keluarga kita diremehkan hanya karena nilai harta kita kecil,” kata ibunda Meisya.

Meisya bingung, dipastikan tak punya saham. Bahkan sejak Meisya hamil, dia sudah resign dari pekerjaannya. Bisa diperkirakan Meisya tidak memiliki tabungan besar dan aset apapun selain rumah ini.

Karena Meisya diam, ayahnya kembali mengambil alih pembicaraan. “Sepertinya Meisya tidak punya apa-apa untuk diandalkan. Rumah ini mungkin hanya berharga sekitar 700 juta, bahkan tidak satu miliar. Sudahlah! Kita tidak perlu repot datang ke sini, Bu.”

Meisya diam, tapi apa yang dikatakan ayahnya itu benar. Dia tidak memiliki aset lain selain rumah ini.

“Sedih sekali! Jika kamu menikah dengan pria kaya seperti sepupumu, kamu pasti akan memiliki banyak kekayaan seperti dia!” tegur sang ibu.

Rudi yang menguping pembicaraan mereka teringat isi email Andro yang menyebutkan saldo sudah cair. Oleh karena itu, ia membuka aplikasi keuangannya dan memasukkan akunnya.

“Selamat datang kembali, Pak Rudi Prameswara.”

Tulisan di layar langsung muncul begitu Rudi berhasil login ke akunnya setelah lima tahun tidak membukanya.

Tanpa berlama-lama, Rudi langsung menekan tombol cek saldonya.

Saldo Anda: USD 100.000.000.000.000