Novel Di Balik Topeng Pria Miskin Full Episode Pdf

Link Baca dan Download Novel Di Balik Topeng Pria Miskin Full Episode Pdf Gratis
Link Baca dan Download Novel Di Balik Topeng Pria Miskin Full Episode Pdf Gratis

Spoiler

Pria yang berhasil merebut kesucian seorang primadona dan menyemai benih di rahim bidadari. Antara untung rugi, senang dan susah, Rudi menjadi menantu keluarga Satya Wijaya. Pasalnya, sang pria telah menghamili putri cantik keluarga, Meisya Yohanna Ardilla. Sebuah keluarga yang dihormati di Jakarta.

Columbia University, bukanlah universitas yang relatif mudah menerima mahasiswa. Setiap tahun, universitas menghasilkan lulusan elit yang kredibilitasnya tidak diragukan lagi. Siswa yang berhasil diterima belajar di sana, sudah pasti kecerdasan dan masa depan cerahnya jelas menanti mereka. Begitu pula dengan pandangan orang lain terhadap istri Rudi Prameswara, sebelum menikah dengannya.

Didukung dengan kecantikannya bak bidadari yang turun dari langit, membuat Meisya menjadi salah satu jajaran wanita kelas atas di Jakarta yang harus diambil alih oleh pria mapan dan tampan. Banyak pria yang memandangnya terlalu tinggi bahkan merasa terpesona karena kelebihan seorang Meisya. Bahkan artis papan atas di Indonesia pun tidak pernah minder karenanya.

Namun siapa sangka kecantikan Meisya justru menjadi petaka. Suatu malam, dia dijebak oleh seorang pria saat malam reuni. Meisya diberi banyak minuman beralkohol, yang membuatnya mengalami malam yang panas dengan sembarang pria di klub. Hal yang sama sekali tidak diinginkan Rudi adalah menghamili wanita di luar ikatan suci.

Sempat ingin menggugurkan janin, tapi kakek melarang Meisya untuk tidak melakukan itu. Toh, Rudi pun memberi ruang untuk menikahi wanita ini meski dengan keadaan ekonomi pas-pasan. Padahal, wanita itu menolak mentah-mentah Rudi, hanya karena Rudi adalah orang miskin yang tidak punya harta dan tidak dijunjung tinggi tahta.

Sang kakek mati-matian meminta Meisya menerima Rudi sebagai suaminya dengan sangat sedih. Itu karena kakek menganggap Rudi orang baik.

Tapi… Rudi tetap harus menelan pil pahit, karena Meisya dan seluruh keluarga istrinya meragukan kata-kata kakeknya. Apalagi, dua bulan setelah pernikahan Rudi dan Meisya, kakek mereka meninggal dunia.

Rudi dinilai belum mencukupi kebutuhan Meisya, padahal seluruh gaji Rudi sebagai pengantar paket dalam satu bulan diberikan untuk kebutuhan Meisya selama satu minggu, yang hanya cukup untuk satu minggu. Rudi dianggap sebagai ‘Pembawa Sialan’ dalam kehidupan Meisya.

Bahkan Rudi sering dicemooh oleh sepupu Meisya, karena Rudi tidak pernah membawa istrinya untuk memeriksakan kehamilannya ke dokter kandungan. Meisya hanya mengecek isinya di posyandu gratis, kalau Meisya berkenan.

“Wanita yang diperebutkan laki-laki kini hanya menjadi istri dari laki-laki tidak berguna yang bahkan tidak bisa membawa istrinya ke dokter kandungan?” ejek sepupu Meisya, yang sudah berulang kali dia dengar.

Padahal, bukan berarti Meisya sendiri tidak punya uang untuk berobat ke dokter. Kalau pakai uang pribadi, mungkin Meisya bisa mengecek kandungannya ke dokter termahal di Indonesia sekalipun.

Tapi Meisya tidak mau melakukannya, karena dia sama sekali tidak menginginkan anak dalam kandungannya. Ia bahkan berharap anaknya mati saja di dalam perutnya, namun sayangnya janin tersebut masih tumbuh kuat hingga saat ini.

“Setelah anak ini lahir, kamu yang merawatnya! Dan saya ingin bercerai,” kata Meisya kepada suaminya.

Rudi hanya tersenyum dan tidak membalas perkataan singkat Meisya. Hal ini pun menambah ketidaksukaan Meisya kepada Rudi, karena Rudi tidak pernah membalas perkataannya. Harapan Meisya adalah mereka akan menjadi besar, sampai Rudi merasa muak padanya dan mereka bercerai. Namun, lagi-lagi apa yang diinginkan Meisya tidak terjadi.

Ayah Meisya adalah seorang general manager di sebuah perusahaan elite di Indonesia. Yaitu makanan cepat saji Indo Prameswara. Dimana perusahaan ini dimiliki oleh Indo Prameswara Business Corporation yang sepenuhnya dikendalikan oleh keluarga Prameswara, keluarga kaya di ASIA.

Dengan posisi tinggi ayah Meisya, dia dengan mudah memasukkan kerabat dan teman-temannya ke perusahaan. Meisya dan adiknya dengan mudah masuk ke perusahaan cepat saji Indo prameswara, apalagi dengan latar belakang pendidikannya yang luar biasa. Membuat keduanya juga memiliki posisi penting di anak perusahaan IPBC.

Tak hanya anak dan cucunya, ia juga membantu menantu dari keluarga ayah Meisya untuk masuk ke perusahaan tersebut.

Seperti suami sepupu Meisya. Dia adalah seorang pria dengan gelar pendidikan tinggi.

Sepupu Meisya, adalah seorang master lulusan Monash University. Ia masuk dan menjadi salah satu pengelola di cabang Indo Prameswara Fast Food.

Sementara itu, ayah Meisya tidak berkeinginan untuk mendaftarkan Rudi di

perusahaan yang sama. Ini karena pendidikan Rudi tidak jelas. Pria itu bahkan tak punya ijazah saat ditanya keluarga Meisya kapan mereka akan menikah dulu.

Bahkan saat mendengar kabar anak tunggal mereka positif hamil, keluarga Meisya meminta Meisya untuk menggugurkan kandungannya. Namun, sang kakek melarangnya dan malah menyuruh Meisya mencari Rudi yang telah menghamilinya dan meminta pertanggungjawabannya.

Rudi sudah diperingatkan oleh Meisya untuk menolak, namun Rudi tidak mendengar apa yang diminta Meisya dan menyetujui pernikahan tersebut.

Hingga Meisya terpaksa pergi dari rumah keluarganya karena ayah Meisya tak suka melihat Rudi di rumahnya.

Mau tidak mau, Meisya harus membawa Rudi ke rumahnya. Karena ternyata Rudi malah tidak punya tempat tinggal, sebelum menikah dengan Meisya, Rudi tinggal di sebuah rumah kontrakan yang sangat kecil dan sederhana di kawasan Jakarta Selatan. Bisa dipastikan Meisya tidak betah tinggal di pinggiran.

Meisya membeli rumah sederhana dengan tabungannya selama menjadi manager di Indo Prameswara fast food. Karena ingin berinvestasi juga di bidang properti. Siapa sangka, investasi itu ia gunakan sendiri setelah menikah dengan Rudi.

Jadi, mau tidak mau, Rudi mengalah dan tinggal bersama istrinya. Pada akhirnya inilah yang terjadi setiap hari.

“Rudi, aku mau jus!” teriak Meisya dari kamar sambil menonton TV. Ia sibuk menekan tombol remote TV dan merentangkan kakinya.

“Siap Mbak Meisya,” jawab Rudi yang segera membawakannya jus alpukat. Jus Alpukat yang kental dan manis, saya sengaja membuat jus Alpukat, karena Rudi sangat menyukai Alpukat.

“Aku tidak suka alpukat!” Meisya menolak begitu melihat Rudi membawa jus ke kamar. Dia mencium sedikit aroma alpukat dari dalam gelas dan segera pergi. “Kamu sengaja membawakanku sesuatu yang tidak kusukai, ya?” Meisya memarahi, yang sengaja dia lakukan untuk membuat Rudi merasa tidak nyaman.

“Tapi, alpukat mengandung lemak nabati yang baik untuk trimester akhir,” jawab Rudi sambil tersenyum.

“Kamu tahu kamu hamil,” cibir Meisya lagi.

Ya, kehamilan Meisya sudah memasuki bulan ketujuh. Perut Meisya sudah terlihat sangat bulat berisi bayi.

“Aku ingin jus jeruk!” tanya Meisya lagi.

Rudi segera kembali dan membawakan jus jeruk untuk Meisya.