Ini Sistem Hidroponik Yang Paling Cocok Untuk Pemula (Murah, Sederhana Dan Bisa Menggunakan Botol Bekas).

  • Whatsapp

Sistem tanam hidrponik yaitu sistem tanam yang menggunakan media air sebagai media tumbuh kembangnya tanaman, walaupun hanya memakai media tanam air, tanaman tetap dapat tumbuh dan berkembang dengan memanfaatkan nutrisi yang dilarutkan ke dalam air yang dipakai.

Untuk saat ini sistem tanam hidroponik cukup populer di seluruh dunia termasuk di indonesia, selain untuk menekuni hobi ternyata bercocok tanam dengan hidrponik mampu menjadi salah satu untuk mencari penghasilan suplemen di sela-sela kerja kantoran, bahkan jikalau ditekuni dengan benar penghasilannya akan sangat menggiurkan.

Bacaan Lainnya

Satu kelebihan berocok tanam dengan sistem hidrponik, yaitu anda bisa bercocok tanam hidroponik di pekarangan rumah hanya menggunakan air tanpa tanah  dengan bahan-bahan yang sederhana yang mduah didapat mirip botol bekas minuman atau paralon bekas dan bahan-bahan lainnya yang sudah tidak terpakai.

Bercocok tanam dengan menggunakan sistem hidroponik bantu-membantu sangatlah mudah dan mudah apabila anda sudah berpengalaman, namun tidak bagi anda yang masih pemula, akan ada berbagai hal-hal yang masih dipertanyakan, mirip apa yang saya alami saat pertama kali ingin berguru bercocok tanam dengan sistem hidroponik.

Menurut aku pribadi saat ingin belajar hidroponik terutama untuk pemula, hal pertama yang harus dipelajari ialah Sistem tanam hidroponik, dengan anda mempelajari sistem tanam hidroponik maka anda akan mendapatkan gambaran mengenai kebutuhan-kebutuhan yang harus anda persiapkan  serta anda dapat menetapkan sistem hidrponik mana yang harus anda pakai untuk permulaan.

 Mengenal Sistem Tanam Hidrponik

Mengenai sistem tanam hidroponik,menurut informasi saat ini ada 6 sistem tanam hidrponik yang sering sekali digunakan di seluruh dunia termasuk indonesia, sebagai berikut:

1. Wick Sistem (sistem sumbu)
Air Nutrisi hingga ke akar flora menggeunakan sumbu dari kain yang mudah menyerap air.

2. DFT & NFT Sistem.

a. NFT Sistem (Nutrient film technique)
Air Nutrisi di alirkan pribadi ke akar tanaman secara tipis

b. .DFT Sistem (Deep Flow technique)
Mirif dengan NFT namun pada sistem DFT selain alir mengalir air juga ada yang tergenang dengan kedalaman 3-5 cm atau 1/4 pipa yang digunakan, air akan keluar mengelir saat melebihi batas kedalaman.

4. Sistem Tetes (Drip sistem /Recovery/ Non Recovery)
Air nutrisi hingga ke akar tanaman dengan cara ditetes secara bersiklus dengan volume tertentu, kabarnya sistem ini yang paling banyak digunakan di seluruh dunia untuk level industri.

5. Sistem pasang Surut (Ebb & Flow Sistem / Flood Drain System)
Air nutrisi sampai ke akar naman dengan cara membanjiri akar tanaman, kemudian menyurutkannya kembali sesuai dengan waktu tertentu secara berkala, untuk memakai sistem ini diperlukan pompa dan juga timer

6. Water Culture (Sistem Rakit apung)
Penamanan memakai styroform yang diapungkan di air nutrisi, sampai flora siap dipanen, untuk suplai oksigen ke akar tanaman dipakai pompa seperti pompa aquarium.

Pengembangan Sistem Hidrponik

Sementara pengembangan dari sistem hidrponik diantaranya yaitu:
1. Aeroponik
Pengembangan dari teknologi hidrponik, tumbuhan menggantung di atas genangan air nutrisi, air nutrisi sampai ke akar flora menggunakan sistem penguapan dengan pengaturan waktu tertentu secara terencana.

2. Aquponik
Aquaponik, ini merupakan pengembangan dari sistem hidrponik adonan antara hidrponik dan budidaya hewan air, merupakan metode bercocok tanam dengan sistem hidrponik namun juga sekaligus beternak ikan.

SISTEM WICK HIDROPONIK SANGAT COCOK UNTUK PEMULA

sistem wick hidroponik
Sistem Wick

Dari banyaknya sistem hidrponik, tentunya anda akan merasa resah pada saat memilih sistem hidroponik mana yang harus dipilih, berdasarkan saya jikalau anda pemula belum punya banyak pengelaman dalam bercocok tanam hidrponik, sistem yang cocok untuk anda ialah sistem WICK atau sistem sumbu.

Sistem Hidroponik Wick yakni sistem hidrponik yang paling sederhana, murah dan bisa menggunakan materi-bahan yang sudah tidak terpakai, mirip botol-botol bekas minuman, styroform bejana bekas dan materi-materi lainnya.

Untuk Lebih memahami sistem Wick atau sistem sumbu hidroponik anda mampu melihat sketsa instalasinya seperti yang ditunjukan pada gambar di bawah ini:

Sistem tanam hidrponik adalah sistem tanam yang menggunakan media air sebagai media tumbuh Ini sistem Hidroponik yang paling cocok untuk pemula (murah, sederhana dan bisa menggunakan botol bekas).
Sistem Wick Hidroponik

Cara Kerja Sistem Wick

Sistem Wick hidroponik memakai genangan air nutrisi yang tidak mengalir yang disimpan pada sebuah wadah. sementara untuk flora ditempatkan pada pot tanam yang di bawahnya sudah diberi kain sebagai sumbu.

Pot tanam ditempatkan di atas genangan air nutrisi dengan jarak tertentu (pot tidak menyentuk air), sementara untuk kain sumbu sebagian dicelupkan pada larutan nutrisi. akar tumbuhan akan mendapatkan suplai nutrisi dengan cara menyerap air nutrisi melalui sumbu kain.

Dengan Sistem wick maka akar tanaman akan menerima suplai air, nutrisi dan juga oksigen yang cukup sehingga tumbuh kembang tanam akan menjadi lebih baik.

Sistem hidrponik wick cocok sekali untuk anda sebagai pemula yang baru berguru, sistem ini merupakan sistem hidrponik yang paling murah, tidak perlu daya listrik dan untuk sistem instalasinya kita bisa memanfaatkan bahan-materi seadanya yang sudah tidak terpakai.

Kebutuhan Instalasi Sistem Tanam Hidroponik Wick

Untuk anda pemula yang tertarik dan ingin mencoba sistem wick, kebutuhan yang harus anda persiapkan ialah sebagai berikut:
1. Pot Tanam
Pot tanam bisa menggunakan wadah pelastik bekas minuman yang dilubangi di bab bawahnya untuk diberi sumbu, seperti pelastik bekas air minum, kaleng bekas, bekas botol air mineral dan lain sebagainya, namun jika anda punya cukup modal anda juga bisa membeli netpot yang bisa dipakai secara berulang-ulang.
2. Media tanam (isi pot)
Ada banyak media tanam hidrponik yang bisa digunakan namun bukan tanah, beberapa diantaranya ialah sebagai berikut:
  • Arang Sekam
  • Rockwol
  • Serbuk Sabut kelapa (cocopeat
  • Pasir
  • Kerikil
  • Serbuk Kayu
  •  Batang pakis
  • Hidrogel
  • Mos
  • Kompos
  • Pupuk Kandang
  • Tisu atau kapas
  • dll.

Untuk pemula disarankan untuk memakai Rockwoll sebagai media tanamnya dari mulai semai dan sesudah semai. Selain itu anda juga harus mencar ilmu cara menyemai dan juga cara memelihara tanaman setelah semai.

3. Nutrisi Tanaman
Kebutuhan nutrisi sangat penting untuk flora, nutrisi yang diharapkan oleh tanaman adalah unsur makro dan mikro, untuk flora hidrponik yang menggunakan air sebagai sumber nutrisi, nutrisi yang umum dipakai  terutama untuk pemula adalah nutrisi AB Mix yang dilarutkan ke dalam air.

Untuk anda sebagai pemula anda mampu menerima ABMix di toko-toko pertanian atau secara online sesuai dengan jenis flora yang ingin anda tanam, AB Mix ada dalam bentuk cairan ada juga dalam bentuk butiran-butiran padat, harganya cukup murah.

Untuk pemula anda harus belajar bagaimana formula cara mencampur AB Mix, sehingga tahu dosis abmix yang dipakai (berapa mililiter ABMix yang yang harus digunakan dalam ukuran Liter air higienis).

4. Wadah penampung air nutrisi 
Untuk belajar wadah untuk menampung air nutrisi bisa menggunakan materi-materi yang sudah tidak terpakai, misalnya bejana bekas, pipa peralon bekas, botol-botol bekas minuman dan materi bahan lainnya.

Untuk wadah air nutrisi sebaiknya pilih bahan yang tidak tembus cahaya matahari, hika bening, sebaiknya dibungkus atau dicat hitam agar sinar matahari tidak langsung menembus air nutrisi, alasannya adalah bila tidak air nutrisi akan dipenuhi lumut.

5. Sumbu 
Sumbu sistem wick bisa memakai Kain Panel atau kain-kain yang mudah menyerap air

5. Jenis Tanaman.
Ada aneka macam jenis flora yang bisa ditanam menggunakan sistem hidroponik, dari mulai tumbuhan sayuran ataupun buah-buahan.

Untuk pemula disarankan untuk menanam tumbuhan sayuran yang jarak panennya tidak terlalu usang, seperti kangkung, pakcoy, Bayam, saosin dan flora sayuran lainnya.

Untuk benih tanamanm bisa anda beli di toko-toko pertanian atau toko online, sebelum ditanam pada pot, biasanya benih harus disemai terlebih dahulu beberapa hari hingga terdapat 4 daun, biasanya memakai Rockwoll sebagai media tanamnya., sehabis itu baru ditanam pada pot/netpot dengan media tanam yang digunakan pada dikala menyemai.

Cara Menanan Tanaman Hidroponik dengan Sistem Wick (Sistem Sumbu)

Cara menanam hidroponik dengan sistem sumbu bisa memakai media apapun, namun harus sesuai dengan skema instalasi sistem wick sesuai dengan gambar yang disajikan di atas.

Untuk teladan, berikut saya sajikan cara menanam hidroponik sistem wick menggunakan botol bekas air mineral:

hidroponik sistem wick botol bekas minuman

1. Sediakan botol bekas air mineral yang masih ada tutupnya.

2. Lalu potong menjadi 2 bagian

3. Bagian bawah botol air mineral dipakai untuk menampung Air Nutrisi

4. Bagian Atas botol air mineral yang ada tutupnya digunakan untuk pot tanam

5. Bagian atas botol air mineral nanti akan disimpan secara terbalik (lihat no 6 di atas)

6. Lubangi Tutup botol, kemudian gunakan tali atau kain sebagai sumbu.

7. Setelah dipasangi sumbu tutup bagian atas botol air mineral lalu balikan mirip no 7 di atas lalu isi bab bawah botol air mineral dengan Air nutrisi yang sudah disediakan.

8. Isi bagian atas yang dipakai pot dengan media tanam (sekam, rockwol dll).

Media tanam Hidroponik sistem Wick sudah siap digunakan untuk menanam tanaman hasil semai.

Hasilnya kurang lebih akan terlihat mirip gambar di bawah ini:

hidroponik sistem wick

Untuk menanam hidrponik sistem wick Anda bisa menggunakan media apapun yang banyak tersedia, yang terpenting, hidroponik sistem wick harus menggunakan sumbu sebagai pengatar larutan nutrisi pada akar flora, silahkan berimprovisasi sendiri.

Untuk pemula anda bisa mencoba menanam hidroponik dengan sistem wick semoga tidak mengeluarkan banyak modal, selagi berguru anda mampu melaksanakan trial dan error, terutama cara menyemai dan cara mencampur atau mengatur dosis nutrisi ABMix yang sesuai dengan dosis yang diperlukan oleh tumbuhan.

Setelah anda memahami bagaimana bertanam hidroponik, jikalau anda punya modal besar anda bisa mulai mencoba bertanam dengan sistem hidroponik yang lainnya, misalkan menggunakan sistem hidroponik NFT atau DFT dan sistem lainnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *