Hukum Tunjangan Nutrisi Hidroponik (Kapan Diberikan, Berapa Kali Dan Berapa Ppm)

  • Whatsapp

Nutrisi adalah istilah pupuk yang sering digunakan sebagai pupuk dalam hidroponik, nutrisi umumnya mengandung unsur hara yang diharapkan oleh tumbuhan, mirip unsur makro dan mikro.

Nutrisi hidroponik mampu kita beli di toko-toko hidroponik, atau mampu juga kita racik sendiri, namun untuk meracik nutrisi hidroponik tidaklah gampang, kita harus tahu ilmunya,  ada dosis tertentu untuk setiap unsur penyusunya sampai nutrisi tersebut siap untuk digunakan.

Bacaan Lainnya

Yang paling mudah biasanya menggunakan nutrisi hidroponik AB Mix yang sudah jadi yang mampu kita beli di toko-toko hidroponik baik online maupun offline, disebut ABMIx karena dalam satu paket nutrisi tersebut ada 2 jenis nutrisi yakni nutrisi jenis A dan nurisi jenis B yang masing-masing mengandung unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tumbuhan.

Di pasaran sendiri umumnya ada 2 jenis nutrisi ABMIX, ialah nutrisi cair dan nutrisi padat, namun yang paling banyak dijual adalah nutrisi ABMIX dalam bentuk padat, nutrisi padat umunya berupa serbuk garang yang terdiri dari 2 kemasan A dan kemasan B, nutrisi tersebut sebelum dipakai untuk nutrisi atau pupuk tumbuhan, harus kita larutkan terlebih dahulu dalam sejumlah liter air baku sesuai dengan takaran yang ditentukan dalam kemasan.

Larutan Nutrisi A dan B yang sebelumnya sudah dilarutkan secara terpisah dalam sejumlah liter air, mampu disebut sebagai nutrisi induk, nutrisi induk tersebut bisa dipakai sebagai nutrisi untuk tumbuhan hidroponik yang kita tanam dengan melarutkannya kembali ke dalam sejumlah liter air baku.

Di artikel kali ini saya akan menyajikan hukum cara membuat larutan nutrisi ABMIX untuk flora hidroponik, dan juga tahapan cara santunan nutrisi untuk  flora hidroponik, kapan diberikan berapa kali diberikan dan berapa jumlah PPM untuk setiap derma nutrisi.

Aturan Pemberian Nutrisi hidroponik (kapan diberikan, berapa kali dan berapa ppm)

Aturan dukungan larutan nutrisi untuk flora tidaklah sembarangan, ada takarannya artinya ada perbandingan dosis antara jumlah nutrisi dengan jumlah air baku.

Seperti yang dijelaskan di atas, nutrisi hidroponik ABMIX padat yang kita beli, sebelum mampu digunakan harus dilarutkan dahulu dalam sejumlah liter air, tergantung takaran di kemasannya.

Cara Melarutkan Nutrisi ABMIX

Sebelum melarutkan larutan nutrisi ABMIx dalam sejumlah liter air, kita harus lihat dulu di kemasannya, jikalau tulisannya 1000ml (1 liter) itu artinya larutan A dan larutan B harus dilarutkan menjadi 1 liter air.

Begitu juga bila di kemasan tertulis 500ml artinya nutrisi A dan nutrisi B masing-masing harus dilarutkan menjadi 500ml.

Contoh:
Dikemasan ABMIX yang kita beli tertulis 500ml. dan di dalam kemasan ada 2 Bungkus terpisah A dan B, itu artinya masing-masing bungkus A dan B, harus kita larutkan masing-masing menjadi 500 ml Air,

Cara melarutkannya yaitu sebagai berikut:

1. Sediakan 2 wadah seperti bekas air mineral, atau dirigen  bekas dengan kapasitas setidaknya dapat menampung 500 ml air atau lebih.

2. Beru Label setiap wadah A dan B.

3. Masukan serbuk nutrisi A kedalam wadah dengan label A, lalu campurkan air baku setengahnya, kocok hingga serbuk A larut seluruhnya, lalu sesudah larut tambahkan air baku hingga seluruhnya menjadi 500ml.

4.Selanjutnya masukan serbuk nitrisi B ke dalam wadah dengan label B, kemudian campurkan air baku separuhnya, kocok hingga serbuk B larut seluruhnya, lalu tambahkan air baku hingga kapasitasnya menjadi 500ml.

5. Simpan Larutan A dan B ABMix tersebut di kawasan yang sejuk yang tidak langsung terpapar sinar matahari, hindari menyimpan di daerah yang banyak mengandung logam biar cairan tidak bereaksi.

6 . Nutrisi A dan B yang sudah dilarutkan tersebut bisa kita sebut sebagai larutan induk yang bisa kita gunakan untuk nutrisi hidroponik dengan mencampurkannya kembali dengan  sejumlah liter air baku.

Aturan Cara santunan larutan Nutrisi untuk Tanaman.

Nutrisi ABMix yang sudah kita larutkan, mampu kita gunakan untuk nutrisi flora hidroponik yang kita tanam dengan cara mencampurkan sejumlah mililiter nutrisi dengan sejumlah liter air baku.

Jumlah larutan mililiter nutrisi yang harus dilarutkan ke dalam sejumlah liter air baku umumnya memiliki rumus

5ml A + 5ml B + 1 liter Air Baku = 1.000 PPM

Untuk melarutkan larutan nutrisi induk untuk tanaman hidroponik kita bisa memakai rumus tersebut di atas.

adalah dengan memakai perbandingan 5 mililiter larutan nutrisi A + 5 mililiter larutan nutrisi B + 1 liter air Baku akan  menghasilkan Nilai 1.000 PPM.

Nilai PPM dari perbandingan tersebut yang dihasilkan umumnya 1.000 PPM, tapi  ada juga yang beda, untuk memastikan berapa nilai PPM yang dihasilkan kita bisa cek di kemasan nutrisi ABMIx yang kita beli.

Bagaimana jikalau air bakunya lebih dari 1 liter misalkan 5 liter, ya cukup mengalikan A dan B nya dengan 5 sampai menjadi.

25ml A + 25 ml B + 5 liter air baku = 1000 PPM.

Jika sulit menghitungnya kita mampu menggunakan TDS meter untuk mengetahui nilai PPM air nutrisi hidroponik yang akan kita gunakan.

Yang penting larutan A dan B yang dicampurkan dengan air baku harus memiliki dosis yang sama, kemudian setelah dilarutkan nilai PPM yang dihasilkan mampu kita cek menggunakan TDS Meter.

Kapan larutan Nutrisi diberikan ke tumbuhan hidroponik kita?

Larutan nutrisi bisa diberikan ke tanaman bisa di mulai dari saat flora di semai, ketika semaian sudah pecah dan sudah muncul daun forum supaya pertumbuhan tanaman lebih cepat, larutan nutrisi yang diberikan ialah larutan dengan nilai PPM rendah, misal 200-400 PPM.

Ada juga sumbangan larutan nutrisi diberikan ketika semaian di pindahkan ke pot tanam di talang instlasi hidroponik dengan derma larutan nutrisi bisa di mulai dari 400 – 600 ppm. keduanya mampu dicoba, alasannya keduanynya terbukti berhasil.

Berapa kali larutan nutrisi diberikan?

Untuk derma larutan nutrisi untuk tumbuhan hidroponik umumnya diberikan secara sedikit demi sedikit  setiap minggu dengan nilai PPM yang terus bertambah hingga mencapai nilai PPM  maksimal untuk setiap flora yang kita tanam.

Misal Tanaman Pakcoy, nilai PPM maksimalnya 1400 PPM, usia sampai panen adalah 35 hst, kita mampu memberikan nitrisi untuk tanaman pakcoy tersebut dari minggu pertama tanam sampai menjelang panen dengan nilai ppm dari kecil ke besar sampai mencapai nilai ppm maksimal.

  1. misal minggu pertama 600 ppm (7 hari pertama)
  2. ahad ke 2 800 ppm. (14 hari pertama)
  3. ahad ke 3 1000 ppm (21 hari pertama)
  4. ahad ke 4 1200 ppm (28 hari pertama)
  5. minggu ke 5 1400 ppm (35 haru pertama).
  6. Panen.

Pemberian larutan nutrisi sebaiknya diberikan secara sedikit demi sedikit dari nilai ppm kecil ke besar setiap ahad, ada juga yang sekaligus, untuk mengetahui balasannya anda mampu bereksperimen, yang TERPENTING ialah pastikan larutan nutrisi yang diberikan tidak melebihi nilai PPM maksimalnya.

Tabel nilai PPM untuk beberapa macam flora, sebagai acuan dapat anda lihat di tabel berikut:

takaran ppm nutrisi tanaman

Anda mampu mencocokan pinjaman nutrisi untuk masing-masing tanaman dari mulai ahad pertama hingga minggu panen sesauai dengan tabel nutrisi di atas. silahkan bereksperimen.

Yang harus diperhatikan saat menanam hidroponik

Ada banyak faktor yang bisa mempengarhui flora hidroponik anda, di tempat satu dengan tempat lainnya, walaupun nilai PPM air baku dan nilai PPM larutan nutrisinya sama, belum tentu hasil panennnya sama, bisa baik bisa juga buruk tergantung suhu daerah sekitar dan juga kelembaban. Tanaman hidroponik umumnya baik di tempat dengan suhu masbodoh.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan ketika menanam hidroponik:

1. Suhu Air nitrisi.
Suhu air nutrisi harus diperhatikan jangan sampai naik, alasannya akan mensugesti PH air yang akan terus meningkat yang tidak baik bagi tumbuh kembang tumbuhan.

Untuk meminimalisir meningkatnya air nutrisi alasannya adalah suhu panas, biasanya tandon nutrisi dipendam, mengecat pipa dengan warna putih atau silver, memakai paranet pada atap dll.

2. PPM dan PH Air Baku yang digunkaan.
Air baku yang digunakan untuk melarutkan larutan nutrisi A dan B sebaiknya air yang memiliki nilai PPM kecil 0-10 ppm lebih baik (silahkan gunakan TDS meter untuk mengukurnya).

Juga nilai PH nya pastikan tidak tinggi, air baku yang baik mempunyai nilai PH  sekitar 5 sampai 6.5 (silahkan gunakan PH meter untuk mengukurnya)

3. Penggunaan GH (Green House)
Penggunaan green house untuk tanaman hidroponik harus juga diperhatikan, tanpa GH air hujan mampu bercampur dengan larutan nutrisi yang bisa meningkatkan keasaan air yang tidak baik untuk tanaman, begitu juga Hama, sebaiknya untuk sekala besar GH wajib supaya akhirnya lebih maksimal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *