Gali Sumur Kuno di Klaten, Warga Temukan Harta Karun!

Redaksi PetiknetSabtu, 28 Januari 2023 | 19:23 WIB
Manik-manik ditemukan di sumur kuno klaten (Foto: Detik.com)
Manik-manik ditemukan di sumur kuno klaten (Foto: Detik.com)

PETIK.NET - PETIK.NET, – Sebuah yang ditemukan di akhirnya digali dan dibersihkan warga. Ternyata isi itu adalah ratusan manik-manik dari abad ke-8.

Sumur purba tersebut terletak di Dusun Kropakan, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Klaten, . Saat pembersihan sumur dilakukan, di sisi sumur ditemukan manik-manik dengan kedalaman 1,5 meter.

“Kami berhenti mengeruk (mengeruk) sumur karena hujan. Singgah di kedalaman dua meter, kami menemukan banyak bata merah berprofil dengan takik yang masih misteri,” kata Humas Komunitas Penggiat Cagar Budaya (KPCB) Klaten. , Hari Wahyudi.

“Ditemukan di kedalaman 1,5 meter secara tidak beraturan, namun di lokasi yang sama. Ditemukan sebanyak 196 butir, biru 195 butir dan satu butir merah yang kami rangkai dengan benang agar aman,” jelasnya.

Pantauan di lokasi, warga dan pegiat cagar budaya mulai melakukan pembersihan sumur pada pukul 09.00 WIB. Dengan sangat hati-hati, setiap sudut dibersihkan dari kotoran.

Sumur di kedalaman 2,5 meter dari permukaan tanah ini terlihat bulat sempurna. Terbuat dari batu bata merah besar yang halus, tidak ada udara di dalam sumur.

Baca juga: Heboh Abad 8 Ditemukan di Klaten
Ketua Karang Taruna RW 14 Kropakan, Pupun Prasetya menjelaskan kegiatan warga dalam rangka membersihkan sumur yang sebelumnya ditemukan. Rencana digali dan dibersihkan.

“Kita bersihkan dan kita gali sampai terlihat bentuk aslinya. Kalau bisa turun,” kata Pupun di lokasi.

Pupun mengatakan, pembersihan dilakukan oleh masyarakat. Warga bekerja sama.

“Ini murni masyarakat, gotong royong. Rencananya hari ini belum bisa dipastikan, kami akan gali sampai bawah,” ujarnya.

Sebelumnya terlihat, sebuah sumur dan harta karun kuno ditemukan di Dusun Kropakan, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Klaten. Harta karun tersebut diperkirakan merupakan peninggalan dari abad 8-10 Masehi.

“Jangka waktu temuan diperkirakan berasal dari zaman Mataram Kuno. Abad 8-10 Masehi,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kabupaten Klaten, Widowati di ruang kerjanya.