Cara Bertanam Hidroponik Sistem Rakit Apung Untuk Pemula (Bahan-Bahan, Cara Instalasi Dan Hambatan)

  • Whatsapp

Anda Pemula atau anda berpengalaman namun ingin mencoba sistem hidroponik rakit apung untuk pertama kali, sebaiknya baca artikel ini baik-baik dari awal sampai akhir, artikel ini akan memperlihatkan info yang bermanfaat untuk anda terkait sistem hidroponik rakit apung.

Sistem hidroponik yang paling sederhana dalam pemeliharaan ialah hidroponik sistem rakit apung, selain untuk sekala industri, sistem hidroponik jenis ini bisa juga digunakan untuk sekala rumahan. Namun jangan salah walaupun terbilang cukup sederhana hidroponik sistem rakit apung memerlukan modal yang cukup besar untuk memulainya.

Bacaan Lainnya

Konsep hidroponik rakit apung yakni merendam atau menyentuhkan bab dasar netpot / rockwoll daerah tumbuh akar tanaman ke dalam permukaan air nutrisi pada kolam penampung yang sudah diisi air yang mengandung larutan nutrisi dengan volume tertentu.

hidroponik sistem rakit apung untuk pemula
Hidroponik sistem rakit apung

Agar setiap dasar netpot dapat menyentuh permukaan air yang berisi larutan nutrisi pada kolam penampungan, maka pada hidroponik rakit apung diharapkan media untuk meletakan netpot yang mampu mengapung di atas air, ada banyak media rakita apung yang mampu digunakan, namun salah satu media yang sering dipakai adalah styrofoam.

Agar styrofoam dapat digunakan untuk menempatkan netpot, styrofoam harus dilubagi dengan ukuran lubang sebesar netpot yang dipakai. Jarak antar lubang juga harus diperhatikan, pada sistem hidroponik rakit apung, jarak antar ubang untuk meletakan netpot seidaknya harus berjarak 15 x 15 cm.

Untuk area tanam yang lebih luas umumnya  media yang digunakan untuk menampung air yang berisi larutan nutrisi yakni terpal  yang biasa dipakai untuk budidaya ikan lele, terpal mampu dipasang pada penyangga yang terbuat dari kayu atau baja ringan yang didesain mirip  bak penampung. Ketinggian kolam harus dapat menampung air dengan ketinggian 20 cm.

Bahan yang dipakai untuk memulai hidrponik sistem rakit apung.

Untuk memulai menanam tumbuhan hidroponik dengan sistem rakit apung, ada beberapa materi yang harus dipersiapkan adalah:

1. Styrofoam
Styrofoam dipakai untuk rakit apung dimana pada permukaanya akan dibentuk lubang-lubang  dengan ukuran tertentu untuk meletakan netpot atau pribadi untuk meletakan rockwol.

2. Bak Air nutrisi
Bak untuk menampung air nutrisi bisa memakai wadah dari plastik, namun untuk sekala lebih luas kita mampu memakai terpal  yang dipasang pada kerangka instalasi baja ringan atau kayu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai kolam penampung yang mampu menampung air dengan ketinggian 20 cm.

3. Netpot
Netpot digunakan sebagai media kawasan meletakan flora, setiap netpot akan dimasukan pada lubang-lubang yang sudah dibuat di permukaan styrofoam.

Oh ya pada sistem rakit apung sebetulnya bisa juga tidak memakai netpot, namun hanya lubang di styrofoam dibuat lebih kecil seukuran rockwol, jadi rockwol yang sudah berisi benih yang sudah tumbuh pribadi dimasukan kedalam lubang tersebut, tapi lebih baik pakai netpot biar lebih rapih dan lebih mudah dibongkar pasang dan bisa menyesuaikan dengan ukuran flora saat besar.

4. Rock woll
Rockwoll adalah media tanam yang sering digunakan pada sitem hidroponik, anda bisa menggunakan rockwoll dari mulai penyemaian sampai penanaman, dikala benih sudah tumbuh pada rockwoll, benih tersebut mampu pribadi diletakan pada netpot sekaligus dengan rockwollnya, selanjutnya netpot yang sudah berisi media tanam diletakan pada lubang di styrofoam.

5. Terpal
Terpal dapat dipakai untuk sistem hidroponik rakit apung dengan sekala lebih luas, kita mampu memilih terpal yang biasa dipakai untuk beternak ikan lele. Terpal yang dipakai sebaiknya terpal dengan warna terang, dan bila ada lebih baik menentukan terpal dengan warna silver supaya mampu memantulkan cahaya masuk sehingga mampu menjaga suhu air nutrisi tetap hambar.

6. Alumunium foil.
Alumunium foil dipakai untuk melapisi permukaan luar dari rakit apung (styrofoam), penggunaan alumunium foil bahwasanya tidak wajib apalagi di area perkebunan dengan udara dingin, namun di area perkebunan hidroponik dengan udara panas sebainya menggunakan alumunium foil untuk membungkus lapisan luar dari styrofoam, gunanya biar rakit apung yang dibuat dari styrofoam bisa memantulkan cahaya masuk, sehingga suhu air larutan nutrisi yang berada di bawahnya tidak mudah panas.

Anda bisa beli styrofoam di toko-toko bangunan yang biasa dipakai sebagai atap baja ringan, alumunium poil mampu dipasang pada permukaan luar styrofoam untuk memantulkan cahaya, selama kondisi air tetap hambar dan akar cukup menerima oksigen pantulan dari styrofoam tidak akan membuat daun sayuran layu.

7. Aerator/Pompa Udara
Aerator atau pompa udara dipakai untuk mensirkulasi oksigen ke dalam air larutan nutrisi, sehingga larutan nutrisi akan kaya oksigen yang sangat dibutuhkan oleh akar tanaman, ketika air nutrisi kaya akan oksigen maka pertumbuhan flora akan menjadi lebih cepat dan flora tidak akan mudah layu.

Selain Aerator anda juga bisa menggantinya dengan pompa air kecil yang bisa dipasang diaquarium yang dapat memompa air nutiri kemudian dikeluarkan kembali melalui pipa sehingga memancar, cara ini juga cukup elok untuk menjaga sirkulasi oksigen di dalam air nutrisi yang sangat diharapkan oleh flora hidrponik, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih manis.

Oh ya jumlah aerator sebaiknya diperhatikan, sesuaikan dengan luas kolam / kolam penampung yang digunakan, jikalau kolam atau bak penampung luas maka gunakan lebih dari satu pompa udara agar udara mampu merata keseluruh larutan air nutrisi.

Cara Membuat instalasi Hidroponik sistem rakit apung

Untuk membuat instalasi hidroponik sistem rakit apung kita mampu menggunakan wadah penampung atau bak yang dibuat dari terpal yang dipasang pada kerangka baja ringan atau kayu yang dibuat seperti bak.

hidroponik%2Brakit%2Bapung
Skema instalasi hidroponik sistem rakit apung

1. Silahkan siapkan kolam penampungan baik memakai wadah maupun memakai  rangka dari baja ringan atau kayu yang dibentuk mirip bak, lalu gunakan terpal dan rangka bak baja ringan yang kita buat sehingga mirip bak.

2. Isi kolam penampung dengan air, kurang lebih dengan ketinggian 20 centimeter.

3. Larutkan Nursi ABMix pada kolam penampung yang sudah berisi air, sebaiknya perhatikan dosis larutan nutrisi, silahkan sesuaikan dengan volume air yang digunakan. (untuk mencampur ABMIx sebaiknya anda belajar pada ahlinya dan pahami caranya, semoga sistem hidroponik anda berhasil).

4. Pasang Aerator ke dalam kolam yang berisi air larutan nutrisi, pastikan Aerator menyala dan gelembung-gelembung udara nampak mengisi volume air dalam bak penampung.

5. Siapkan styrofoam yang sudah diberikan lubang-lubang di permukaaannya,  jarak lubang diperhatikan setidaknya 15 cm x 15 cm antar setiap lubang, sedangkan besar lubang diubahsuaikan dengan ukuran netpot.

6. Letakan Styrofoam pada permukaan air, styrofoam akan mengapung dipermukaan air, kemudian susun styrofoam pada permukaan air nutrisi sehingga kelihatan rapi dan menutup seluruh permukaan air.

7. Siapkan Netpot dan Rockwoll yang berisi benih flora yang sudah tumbuh, kemudian masukan setiap benih yang sudah tumbuh beserta rockwollnya pada netpot, pastikan menyentuh dasar dari netpot.

8. Pasang netpot pada lubang-lubang di styrofoam, pastikan bab dasar netpot menyentuk permukaan air nitrisi pada kolam penampungan.

9. Tunggu, Amati dan pelihara tumbuhan hidroponik anda sampai bisa dipanen.

Kendala pada hidroponik sistem rakit apung

Menanam hidroponik dengan sistem rakit apung tidaklah mudah, ada banyak hambatan-hambatan yang mampu anda dapati ketika terjun kedunia hidroponik sistem rakit apung, satu kendala yang sering dihadapi ialah sebagai berikut:

1. Busuk akar.

Busuk akar biasanya disebabkan oleh jamur pythium yang bersarang diakar flora hidroponik sehingga akar hidroponik menjadi anyir dan menyebabkan tanaman hidroponik mati.

Tanaman hidroponik yang terkena bacin akar biasanya daunnya layu, tidak segar, pertumbuhannya terganggu dan pada balasannya akan mati.

busuk akar pada hidroponik rakit apung
Tanaman terkena amis akar

Busuk akar sangat rentan sekali menyerang tumbuhan yang ditanam dengan hidroponik sistem rakit apung. penyebab bau akar umumnya karena kondisi kolam penampung terlalu lembab, suhu air nutrisi tinggi sementara oksigen yang terlarut pada air sangat kurang.

Busuk akar harus diwaspadi, jika ada satu tumbuhan mati terkena bacin akar maka sebaiknya dipisahkan atau dibuang dari kolam penampungan.

busuk akar pada tanaman hidroponik
Busuk Akar pada tanaman hidroponik

Untuk mengatasi bacin akar biasanya ditambahkan alumunium foil pada permukaan rakit apung styrofoam, kemudian pada bak penampungan lebih baik memakai terpal dengan warna putih atau silver agar memantulkan cahaya, bila suhu sekitar panas, maka alangkah baiknya memasang pendingin untuk mempertahankan air supaya tetap cuek serta menambah aerator biar suplai oksigen pada air nutrisi tercukupi.

Yang harus diperkatikan ketika bertanam hidroponik dengan sistem apung supaya tidak gagal.

Menanam hidroponik dengan sistem apung tentu saja tidak gampang walaupun secara teori kelihatannya gampang,  perlu pemahanan dan perlu pengalaman, karena pada prakteknya anda mampu saja menemui kegagalan dan rugi, seperti tumbuhan membusuk, layu atau tanaman tumbuh tidak normal.
Untuk mengantisifasi hal-hal yang tidak diinginkan sebaikanya  anda memperhatikan hal-hal berikut pada tumbuhan hidroponik anda.

1. Pastikan suhu air Selalu masbodoh
Untuk menjaga suhu air tetap masbodoh, gunakan terpal pada bak penampung dengan warna silever supaya dapat memantulkan panas, selain itu lapisi setiap rakit apung dari styrofoam dengan alumunium foil dipermukaannya, ini juga bisa memantulkan panas yang tiba dari permukaan styrofoam.

Pastikan letak bak penampung tidak pribadi mendaptkan sinar matahari, karena kalau suhu air sering hangat akan memancing pertumbuhan jamur phytium yang mampu merusak akar tumbuhan jadi  membusuk, sehingga flora akan layu dan mati yang membuat anda gagal panen.

2. Pastikan Bak penampungan tidak terkena air hujan langsung.
Jika kolam penampungan terkena air hujan, maka akan mensugesti kadar lauran nutrisi dan kadar keasaman air sehingga akan menghipnotis tumbuh kembang flora.

Untuk menghindari air hujan, sebaiknya bak penampung diletakan di dalam ruangan yang di luarnya sudah dilindungi dengan atap transparan. Selain dapat melindungi dari air hujan atap transparan juga bisa melindungi dari sinar matahari langsung.

3. Pastikan PH dan PPM tetap normal.
Untuk memastikannya PH (derajat keasaman kita gunakan PH meter, sementara untuk mengukur PPM (part per milion 1 bagian dalam satu juta bagian atau kandungan senyawa dalam suatu larutan/kepekatan) anda mampu menggunakan alat yang bernama TDS Meter/EC Meter, walaupun tidak mendekati 100% alat-alat tersebut cukup mampu diandalkan.

4. Gunakan Air higienis dan segar.
Untuk air pastikan menggunakan air segar yang diperoleh dari sumur langsung, atau sumber mata air yang baik, jikalau menggunakan air ledeng sebaiknya air di saring terlebih dahulu, khawatir di perjalanan air sudah mengandung jamur yang berbahaya bagi akar tanaman.

5. Singkirkan flora yang mati bau akar.
Jika anda melihat ada salah satu tanaman hidroponik anda layu atau mengering dan tidak tumbuh, sebaiknya cek apakah akar tanaman membusuk, kalau membusuk sebaiknya segera pisahkan dan buang, alasannya adalah kemungkinan penyebabnya adalah kuman, bila dibiarkan kuman yang menciptakan akar flora membusuk mampu menyebar ke tanaman pada netpot lainnya.

6. Pastikan tumbuhan tetap segar
Anda bisa mengecek akar flora dengan mengangkat rakit apung styrofoam, lihat dan amati tumbuhan hidroponik anda, jika terlihat segar dan montok itu mampu dipastikan akar tumbuhan menerima suplai air, nutrisi dan oksigen yang cukup.

Jika tanaman sedikit layu atau menguning serta tumbuhan kurang berkembang bisa jadi penyebabnya busuk akar atau suplai oksigen yang kurang, silahkan tambahkan Aerator untuk menyuplai oksigen biar air nutrisi pada bak lebih kaya oksigen, cek akar jikalau flora melayu dan tidak tumbuh normal, bila akar coklat pisahkan, kemungkinan suhu air terlalu hangat yang mengundang tumbuhnya jamur yang menyerang akar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *