Crypto  

Alasan Bappebti Hentikan Pendaftaran Bursa Crypto Baru

Alasan Bappebti Hentikan Pendaftaran Bursa Crypto Baru

PETIKNET, JAKARTA – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi () yang mengatur perdagangan kripto di Indonesia menghentikan penerbitan sertifikat pendaftaran untuk potensi bursa kripto baru.

Berdasarkan Surat Edaran Bappebti No. 258 yang ditandatangani pada 15 Agustus, langkah ini diambil untuk membuat aktivitas perdagangan aset kripto lebih transparan, efisien dan efektif.

Dalam surat edarannya, Bappebti menyatakan bahwa penghentian tersebut bertujuan untuk mewujudkan kegiatan perdagangan aset kripto yang transparan, efisien, dan efektif dengan persaingan yang sehat.

Selain itu, untuk melindungi kepentingan semua pihak di pasar perdagangan kripto, serta meningkatkan efektivitas Bappebti kepada calon Pedagang Aset Kripto dalam melakukan aktivitas perdagangan pasar Kripto.

Masih belum jelas apakah aturan itu akan tetap berlaku atau tidak, karena surat edaran itu bisa berubah sewaktu-waktu.

Saat ini di Indonesia terdapat 25 bursa kripto berlisensi di bawah pengawasan Bappebti, termasuk Zipmex yang akhir-akhir ini mendapat perhatian karena penghentian produksi di dalam negeri.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga melarang perusahaan di industri pasar modal untuk memasarkan, mempromosikan, dan mengiklankan produk dan layanan keuangan yang belum mendapat persetujuan regulator, seperti produk asing, aset kripto, dan emas.

Namun, larangan tersebut hanya berlaku untuk perusahaan perdagangan saham yang berada di bawah pengawasan OJK, seperti .

Pasalnya, OJK berupaya meningkatkan pembatasan terhadap industri financial technology (fintech) yang berkembang pesat di Indonesia.