15 Negara ini Berpotensi Resesi Ekonomi Termasuk Indonesia

15 Negara ini Berpotensi Resesi Ekonomi Termasuk Indonesia
15 Negara ini Berpotensi Resesi Ekonomi Termasuk Indonesia

Apa itu Resesi Ekonomi?

atau sederhananya ketika terjadi penurunan roda perekonomian yang ditandai dengan melemahnya produk domestik (PDB) selama dua kuartal berturut-turut ().

Resesi ekonomi juga ditandai dengan peningkatan penurunan penjualan eceran, penurunan penjualan eceran, dan kontraksi produksi manufaktur dalam jangka waktu yang lama.

terjadi pada tahun 1998. Dengan kata lain, perlambatan atau kontraksi besar dalam kegiatan ekonomi.

Sementara itu, mengutip The Balance, resesi berarti penurunan signifikan dalam aktivitas ekonomi yang berlangsung selama beberapa bulan, umumnya dalam tiga bulan.

Sejumlah indikator yang dapat digunakan suatu negara dalam resesi antara lain penurunan PDB, peningkatan pendapatan riil, lapangan kerja. , penjualan ritel, dan penurunan industri manufaktur.

Dampak Resesi Ekonomi

Mengutip National Bureau of Economic Research (NBER), secara umum apa yang dimaksud dengan resesi terjadi ketika suatu negara memasuki masa jatuhnya aktivitas ekonomi, menyebar ke semua sektor ekonomi, dan berlangsung selama beberapa bulan, umumnya lebih dari 3 bulan.

Dampak ekonomi saat resesi sangat terasa dan efeknya domino terhadap aktivitas ekonomi. Misalnya, ketika investasi anjlok saat resesi, secara otomatis akan menghilangkan jumlah pekerjaan yang membuat PHK meningkat secara signifikan.

Produksi barang dan jasa juga menarik sehingga menurunkan PDB nasional. Jika tidak segera diatasi, efek domino resesi akan menjalar ke berbagai sektor, seperti kemacetan kredit perbankan hingga inflasi yang sulit dikendalikan, atau sebaliknya.

Kemudian neraca perdagangan minus dan berdampak langsung pada cadangan devisa. Dalam kondisi nyata, banyak orang kehilangan rumah karena tidak mampu membayar ganti rugi, daya beli mereka melemah. Kemudian banyak bisnis terpaksa gulung tikar.

Di sisi lain, seperti yang telah dikatakan sebelumnya, ada juga beberapa negara lain yang mengalami resesi.

Berdasarkan survei yang dilakukan Bloomberg, diketahui saat ini Sri Lanka berada di posisi pertama negara yang mengalami resesi dengan persentase 85 persen. Berikutnya ada Selandia Baru 33 persen, Korea Selatan dan Jepang 25 persen.

Kemudian disusul China, Hong Kong, Australia, Taiwan, dan Pakistan dengan 20 persen. Malaysia 13 persen, Vietnam dan Thailand 10 persen, Filipina 8 persen, Indonesia 3 persen, dan India 0 persen.